Penting Gak Sih Punya Gelar?

Hasil gambar untuk graduated


Mumpung aku lagi selo dan gak males mikir, dan KTTA-ku udah kelar (ciee), aku pengen bahas suatu hal yang agak serius. Gak serius-serius banget sih. Lumayan berbobot lah daripada cuman sekedar curhat. Wkwk. Masalah ini sebenernya cukup sering aku pikirkan akhir-akhir ini dan cukup bikin aku galau, entah kenapa. Yaa beginilah rasanya hidup dengan overthinking. Hal-hal yang gak penting pun bikin kepikiran sampe susah tidur, gimana kalo jadi Presiden?

*kembali ke topik*

Jadi, kemarin pas lagi kuliah, aku ngobrol sama temenku namanya Mbak Wulan. Aku manggil "mbak" karena emang dia lebih tua dari aku. Awalnya aku curhat kan kalo aku pengen kuliah S1 Manajemen Pemasaran. Sebelumnya aku malah pengen ambil Desain Interior. Aneh dan labil banget emang. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, buat apa? Gak nyambung banget sama pekerjaanku nantinya. Toh kalo aku ambil Desain Interior juga nanti ilmuku kayaknya gak bakal kepake. Ya bayangin aja, dari D3 Akuntansi, kerja di instansi pemerintah, tiba-tiba kuliah lagi ambilnya Desain Interior. Kecuali kalo aku pengen mendirikan usaha sendiri, buka jasa desain interior gitu misalnya. Atau mungkin resign terus ngelamar kerja di perusahaan interior. Misalnya.

Habis itu Mbak Wulan bilang gini, "Kalo emang kamu pengen punya keahlian desain, mending kursus aja, Win. Emang kenapa kamu pengen ambil desain?"

Habis itu aku lupa aku jawab apa. :D Tapi Mbak Wulan nanya, "Lha kamu kuliah tuh buat nyari gelar apa nyari ilmu?"

Aku jawab ngawur, "Nyari gelar, haha." Kita berdua ketawa.

"Tapi ya, Mbak, kalo kita lihat kondisi di Indonesia tuh masih banyak lowongan pekerjaan yang mengutamakan gelar. Kayak kalo daftar kerja di perusahaan-perusahaan gitu kan, antara yang lulusan D3 atau sarjana, pasti yang dipilih yang sarjana kan? Kalo kayak di instansi pemerintah pun orang yang gelarnya lebih tinggi pasti lebih cepet naik jabatannya." Kira-kira aku jelasin gitu ke Mbak Wulan, buat membela diri. Dia cuma manggut-manggut, "Hmm." Aku juga lupa tanggapannya Mbak Wulan habis itu apa. Hehe.

Gara-gara percakapan hari itu, aku jadi memikirkan, sebenernya penting gak sih punya gelar? Gelar yang kumaksud di sini tuh gelar pendidikan ya. Kayak S1, S2, S3.

Ini ceritanya aku bertanya-tanya sendiri, tapi juga menjawab pertanyaanku sendiri. Saking penasarannya. WKWK. Sebelum menjawab pertanyaanku, kita perlu tau apa sih gunanya gelar? Apakah manusia butuh gelar? Nah, dari hasil pencarianku di internet, gelar pendidikan memang dibutuhkan buat mencari pekerjaan. Orang yang punya gelar akan lebih mudah dapet pekerjaan. Kayak penjelasanku tadi, mayoritas perusahaan nyari calon karyawan yang punya gelar, diploma atau sarjana. Kenapa? Karena orang yang punya gelar tuh dianggap lebih berkompeten, lebih memiliki kemampuan untuk mengembangkan perusahaan. Selain itu, orang yang punya gelar juga biasanya wawasannya lebih luas dan dianggap berpendidikan. Itulah kenapa gelar bisa mengangkat status sosial. Coba lihat deh kalo di kampung, antara orang yang punya gelar S2 sama yang lulusan SMA, lebih dihargai yang mana.

Kita semua tau kalo semakin tinggi gelar yang dimiliki seseorang, pasti sekolahnya semakin lama dan susah. Iya, gak? Orang kuliah S1, S2, S3 tuh butuh biaya, waktu, tenaga, dan pikiran. Mereka harus punya biaya buat bayar kuliah (kecuali kalo kuliahnya gratis), bayar kosan, makan, fotokopi materi, dan bayar biaya hidup lainnya selama kuliah. Harus meluangkan waktu buat mengikuti kuliah, mengeluarkan tenaga buat ke kampus, dan yang pasti butuh otak buat berpikir, ngerjain skripsi, ngerjain tesis, ngerjain tugas, dan sebagainya. Banyak pengorbanan yang harus dilakukan untuk kuliah dan bisa memperoleh gelar. Makanya, orang-orang yang berhasil menyelesaikan kuliahnya dan dapet gelar, mereka bangga dengan itu. Mereka bangga dengan usaha yang udah mereka lakukan selama kuliah, dan bangga dengan gelar yang udah berhasil mereka raih.

Ngomongin gelar juga gak lepas dari pekerjaan. Pekerjaan erat kaitannya dengan uang dan pendapatan. Jiaah. Kayak yang udah aku bilang tadi, orang yang punya gelar akan lebih mudah dapet pekerjaan. Artinya, peluang mereka untuk dapet pekerjaan lebih luas daripada orang yang gak punya gelar. Ketika kita bekerja, biasanya kan ada jabatannya gitu kan. Misalnya kalo di perusahaan tuh ada Direktur Utama, Presiden Direktur, General Manager, CFO, Kepala Biro, dan sebagainya. Semakin tinggi gelar yang dimiliki seseorang, semakin besar juga peluangnya untuk dipromosikan naik jabatan. Semakin tinggi jabatannya otomatis gajinya juga semakin gede. Di instansi pemerintah juga gak beda jauh. Yaa, kira-kira begitulah pentingnya gelar di dunia kerja.

Walaupun teorinya bilang begitu, kenyataannya gelar gak selalu menjamin itu semua. Apakah orang yang punya gelar lebih kompeten daripada orang yang gak punya gelar? Belum tentu. Contohnya Bu Susi Pujiastuti. Beliau cuma lulusan SMP tapi bisa jadi menteri dan kinerjanya bagus. Punya bisnis sendiri, punya sekolah penerbangan sendiri, sukses. Dan kemarin-kemarin beliau dapat gelar Doktor Honoris Causa (HC). Itu kan karena prestasi beliau di bidang kelautan dan perikanan, bukan dari pendidikan formal. 

Gelar juga gak menjamin kesuksesan seseorang. Buktinya banyak orang yang gak punya gelar tapi bisa sukses. Sebaliknya, orang yang punya gelar, belum tentu juga bisa sukses. Contohnya tetanggaku. Beliau suami istri cuma lulusan SD. Istrinya mungkin malah SD gak lulus. Mereka sehari-hari hidup dari jualan bakso di halaman rumah mereka. Anak-anak mereka ada 7 dan sebagian besar kuliah. Bakso mereka laris karena memang enak, dan cukup terkenal di Pekalongan. Wkwkwk. Berarti mereka sukses dong dagang baksonya, sukses nyekolahin anak-anaknya juga. Walaupun orang tuanya gak ada yang pernah kuliah, gak punya gelar juga.

Apakah orang yang punya gelar lebih mudah dapet pekerjaan? Nggak juga. Banyak orang di luar sana yang lulusan S2 tapi pengangguran. Banyak juga anak-anak lulusan SMK, mereka gak punya gelar, tapi dapet pekerjaan. Kalo seperti ini kasusnya, lebih ke keterampilan. Anak-anak SMK diajarin keterampilan di sekolahnya, lebih banyak praktek, makanya ketika terjun ke dunia kerja udah siap. Sedangkan yang lulusan S2 walaupun pendidikannya lebih tinggi, tapi dia lebih ke teori dan gak banyak praktek. Ada yang bilang juga kalo pengen gampang dapet pekerjaan tuh harus punya channel ke perusahaan, makanya channel itu penting. Ada juga perusahaan yang mencari calon karyawan dari pengalaman kerja. Banyak faktor lah intinya. Jadi, punya gelar juga gak menjamin seseorang lebih gampang dapet pekerjaan.

Ada beberapa profesi yang membutuhkan gelar sarjana biar bisa menerapkan ilmunya, karena keahliannya ya memang didapetin dari pendidikan itu. Contohnya dokter. Dokter gak bisa membantu nyembuhin orang kalo gak punya gelar Sarjana Kedokteran. Arsitek gak akan bisa mendirikan bangunan kalo gak punya gelar Sarjana Arsitektur (atau Sarjana Teknik). Akuntan sama notaris gak bisa menjalankan praktek sesuai profesinya kalo gak punya gelar. Untuk profesi semacam ini, gelar sangat dibutuhkan. Ada juga profesi yang gak butuh gelar. Contohnya penulis, musisi, Youtuber, fotografer. Eh BTW, Youtuber sekarang udah masuk dalam jenis pekerjaan belum, ya? Hmm.

Kalo di Indonesia masih memandang gelar itu sebagai suatu hal yang penting, beda dengan di beberapa negara maju. Mereka gak memandang gelar sebagai sesuatu yang penting banget. Mereka malah lebih mengutamakan keterampilan atau keahlian untuk merekrut pegawai. Iya juga sih, buat apa punya gelar kalo ternyata gak mampu bekerja/gak punya keahlian. Makanya, gak sedikit anak-anak SMK yang dikirim ke luar negeri buat kerja di sana. Tapi bukan jadi TKI lho yaa. Dulu, muridnya bapakku ada yang dikirim kerja ke Jepang karena emang ada perusahaan di Jepang yang membutuhkan keahliannya. Kebanyakan perusahaan di luar negeri juga mengadakan seleksi buat calon karyawannya, berdasarkan keahlian yang mereka butuhkan. Misalnya kayak Google, atau agensi-agensi keartisan di Korea.

Seperti kata ibuku, keterampilan itu mahal harganya. Bukan mahal biaya kursus atau belajarnya ya. Tapi keterampilan tuh sangat dibutuhkan untuk bertahan hidup. Kalo kalian liat orang-orang yang pengangguran tuh kebanyakan karena mereka gak punya keterampilan. Itulah kenapa kalo para gepeng yang keciduk sama Satpol PP, habis itu diberi pelatihan keterampilan. Biar mereka nyari uang dari hasil keterampilan yang mereka miliki, gak nggembel lagi di jalanan. Dari keterampilan lah mereka bisa bekerja, atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Dan dari keterampilan lah mereka bisa dapat uang dan menghidupi dirinya (atau keluarganya).

Kembali lagi ke pertanyaanku di awal: "punya gelar tuh penting gak sih?". Kalo aku sendiri sih menyimpulkan gini, ya. Gelar itu penting untuk beberapa profesi yang memang membutuhkan keahlian khusus, contohnya kayak dokter. Gelar juga dibutuhkan buat mencari pekerjaan. Nah, tergantung pekerjaannya yang kayak apa. Kalo kalian pengennya kerja kantoran atau di instansi pemerintah gitu, ya udah pasti gelar tuh penting buat karir. Di sisi lain, gelar akan jadi gak penting-penting amat kalo seseorang punya keterampilan yang menunjang profesinya. Misalnya, penulis, pengrajin, seniman, pemain sepak bola, dan sebagainya.

Jadi yaa... Gitu.

Aku ngomong apa sih. -_-


Artikel yang kubaca untuk mendukung tulisan ini:

Pic. Source: National Network Student

Comments

Popular Posts