Film Horor Bioskop Paling Berkesan (April-Mei 2018)


[SPOILER ALERT]

I'm back!! Setelah sekian lama hiatus tanpa pemberitahuan gara-gara banyak tugas, ngelarin KTTA, UTS, akhirnya di hari yang cerah di bulan Ramadhan ini, aku bisa kembali nge-blog karena... Udah libuuurr. Yeayyy. *plok plok plok* *mengapresiasi diri sendiri* Maaf ya, pembaca setiaku. Uwuwuw.

Sebenernya aku udah cukup lama memikirkan mau nulis konten ini. Tapi berhubung baru ada waktu sekarang, jadi ya baru nulis hari ini. Hehe. Sesuai dengan judulnya, postingan ini berisi ulasan mengenai film horor yang pernah aku tonton di bioskop. Lebih tepatnya aku nonton sama Siska dan Sekar. Karena aku gak akan berani nonton film horor sendirian. Iya, aku emang cupu kayak cowokmu. #eaaa. By the way, ini bukan review juga sih. Karena kayaknya udah telat banget kalo mau bikin review. Jadi yaa, sekedar sharing aja.

Sebelum kita bahas film nya satu persatu, ada baiknya kita ketahui lebih dulu dasar penilaian filmnya. Ciaa dasar penilaian, kayak akuntansi aja. -_- Dasar penilaian film disini adalah dari pendapat dan hasil diskusi kita bertiga, aku, Siska, sama Sekar. Jadi aku mohon maaf kalau pendapatnya beda dengan beberapa orang. Ya pendapat orang kan emang beda-beda yak. Terus, film-film yang bakal aku bahas di sini juga enggak semuanya bagus. "Berkesan" di sini maksudnya ada hal tersendiri yang membuat acara nonton film itu menjadi berkesan. Bukan karena filmnya bagus. Ngerti kan, maksutku? Misal kalian nonton film sama pacar. Walaupun filmnya gak bagus, tapi tetep berkesan kan? Karena kalian nontonnya bersama orang tercinta. Oke, let's jump right in.

1. The Midnight Man


Dimulai dari film yang terakhir kali kita tonton, yaitu The Midnight Man. Kalo kalian suka baca creepy pasta atau gak urban legend nya luar negeri kemungkinan besar kalian udah tau apa itu midnight man. Yapp, film ini diadaptasi dari permainan "Midnight Man" yang terkenal di dataran Eropa. Kalo kalian gak tau midnight man ini permainan kayak gimana, nih aku kasih tau. Cara mainnya, pertama siapin dulu bahan-bahannya. Lilin, korek api, kertas berisi daftar nama pemain, jarum, dan garam. Tulis nama orang-orang yang pengen main di atas kertas, tusuk jari masing-masing pemain dengan jarum yang higienis (kalo jarumnya karatan nanti kena penyakit), dan teteskan darah di samping nama yang udah ditulis tadi. Pas jam 12 malem, tempel kertas tadi di pintu depan rumah yang terbuat dari kayu. Kalo pintu rumah kalian terbuat dari selain kayu gak bisa ya. Harus kayu. Nah, habis itu ada cara manggil midnight man-nya, tapi aku agak lupa. Pokoknya ngetuk pintu berapa kali gitu, trus ada tahapan buka pintu, matiin lilin, nyalain lagi, dst, dan tadaaa! Midnight man-nya udah masuk deh ke dalem rumah. Tinggal main. Oiya, jangan lupa matiin seluruh lampu di rumah dan tetaplah bergerak di dalem rumah. Entah jalan-jalan kemana gitu, pokoknya di dalem rumah. Penerangan cuma dari lilin yang dipegang masing-masing pemain. Kalo lilinnya mati, itu tandanya si midnight man ada di deket orang yang lilinnya mati itu. Segera nyalain lagi dalam waktu 10 detik. Kalo gak nyala-nyala, taburin garem ke sekeliling kalian dan pemain itu harus tetep di dalem lingkaran garam sampe jam 03.33 dini hari. Kalo kalian bisa bertahan sampe jam 03.33, berarti kalian menang. Oke, ini kepanjangan nyeritain cara mainnya.

Kenyataannya, main midnight man gak segampang itu. Memainkan permainan ini sama aja dengan mempertaruhkan nyawa pemainnya. Karena kalo kalah atau melanggar peraturan, si midnight man gak akan segan-segan membunuh pemainnya. Makanya permainan ini berbahaya. Yaa kayaknya semua permainan yang mainnya bareng syaithan berbahaya ya.

Film ini dibuka dengan prolog yang settingnya di tahun 1953 (?), ceritanya ada 3 orang anak yang lagi main midnight man. Sayangnya, diantara 3 anak itu, yang bisa selamat cuma yang namanya Anna. Si Anna akhirnya bisa bertahan hidup sampe dia tua. Habis itu, ceritanya loncat ke ketika Anna udah tua dan agak pikun. Cucunya yang ngerawat dia, namanya Alex, dan temennya Miles, secara gak sengaja menemukan kotak yang isinya peralatan permainan midnight man. Didorong oleh rasa penasaran, akhirnya mereka berdua main deh. Dan fokus selanjutnya film ini adalah pas si Alex dan teman-temannya main.

Ending dari film ini tragis, coy. Alex dkk yang mainin permainan ini mati semua. Begitu juga dengan neneknya Alex, Anna, dan temennya neneknya Alex namanya dokter Harding. Plot twistnya adalah ketika terungkap kalo Anna ternyata psikopat. Jadi dia sengaja mancing orang buat main midnight man. Tapi ya dia sendiri gak main.

Menurutku, film ini gak jelas. Kalo kata Siska, penyampaiannya kurang. Kenapa? Soalnya ada banyak misteri yang gak diungkapkan, misalnya gimana caranya Anna bisa menang pas main midnight man. Sedangkan di film diceritakan kalo mignight man tuh gak suka kalah dan dia bisa aja bertindak curang biar dia gak kalah. Trus, kata dokter Harding, si Anna udah kecanduan main midnight man dan dia sering banget main sama temen-temennya pas dulu masih kecil. Kok bisa gitu lho dia menang terus dan bertahan hidup sampe tua? Hasil diskusi kita bertiga menyimpulkan bahwa Anna ini sebenernya bikin perjanjian sama si midnight man biar dia bisa menang terus. Tapi syaratnya, dia harus menyediakan pemain buat si midnight man. Ini cuma tebakan kita bertiga lho ya, bukan cerita aslinya. Itu cuma salah satu pertanyaan yang gak terjawab di akhir film. Aslinya, kalo kalian nonton film ini, mungkin kalian juga bakal bertanya-tanya juga. Inilah kelemahan filmnya. Mungkin si pembuat film cuma pengen fokus dengan gimana caranya main midnight man. Tapi cara ini justru gak mengungkapkan semuanya. Kayak ceritanya belum tuntas gitu lho.

Selain itu, intro filmnya juga kelamaan. Biasanya kalo film-film horor kan ritmenya cepet ya. Misal baru awal-awal nonton, tapi hantunya udah muncul. Habis itu diikuti dengan jumpscared lainnya. Tapi film ini tuh masuknya ke inti cerita kelamaan. Film ini juga gak banyak jumpscared nya karena menurut kami mukanya si midnight man gak terlalu serem. Cuman yang bikin ngeri adalah adegan pembunuhan dan penyiksaan oleh si midnight man. Jadi jatuhnya kayak film gore. Asal muasal kenapa mereka bisa main midnight man juga gak jelas. Pas awal mulai film, tiba-tiba aja udah ada anak-anak yang main. Gak diceritain kenapa mereka bisa main midnight man, trus nemu permainannya dimana, nemu aturan mainnya dimana, dsb. Tapi tetep bikin deg-degan sih pas lilinnya ada yang mati.

Rating: 6/10

2. Alas Pati


Dari judulnya, kelihatan banget kan kalo ini film Indonesia. Ceritanya tentang 5 anak muda yutuber yang terobsesi meningkatkan jumlah viewers. Demi viewers doang, mereka nekat mengunjungi makam keramat di tengah hutan. Padahal banyak yang bilang kalo siapapun yang berani dateng ke makam ini, mereka gak akan pernah bisa kembali. Tapi mereka mengabaikan larangannya.

Pas udah sampe di tempat tujuan, mereka malah main-main sama mayat yang dimakamkan di situ. Goblok gak tuh. Naasnya lagi, salah satu temen mereka meninggal di situ gara-gara ketusuk bambu gede! Dan itu ditinggalin doang, gak dimakamkan secara layak dulu. Akibatnya, pas mereka pulang, mereka semua dihantui. Gak cuma merasa bersalah karena udah menutupi kejadian bahwa temennya meninggal di sana, tapi mereka juga diteror sama makhluk tak kasat mata.

Bagian yang paling serem tuh pas si Nikita Willy diteror sama hantunya. Gila sih, ini saking mencekamnya sampe Siska yang biasanya berani aja pengen pulang. Aku? Seperti biasa. Nonton dari balik serat kerudung. Jujur ya, aku nonton film ini paling sekitar 40-50% nya. Selebihnya gak berani nonton soalnya takuutt. Wkwkwk.

Ending film ini juga tragis. Aku gak menyangka ternyata semua pemeran utamanya (5 orang yutuber itu) mati dibunuh makhluk tak kasat mata. Sebelumnya emang udah ada peringatannya di monitor komputer salah satu temennya Nikita Willy, tulisannya "Kalian sudah mengganggu tempat mati". Ini gara-gara kelakuan mereka yang gak sopan pas di kuburan keramat itu. Mungkin juga ini yang dibilang "gak akan pernah bisa kembali". Ya gitu, mereka semua yang pernah dateng ke makam di Alas Pati itu bakal diteror oleh penghuni alas pati sebelum akhirnya menemui ajal secara tragis. Hiiiyy.

Bagusnya film ini selain bikin merinding dengan teror hantu yang berkepanjangan (iyaa emang lama banget, apalagi pas adegan Nikita Willy digangguin. Berasa gak kelar-kelar dah) adalah sound effect-nya yang luar biasa. Suara-suara hantu kayak suara "hooooo~" sampe suara serem lain yang mendukung kerasa seolah-olah hantunya ada di sekitar kita. Mantep lah pokoknya.

Rating: 8/10

3. Truth Or Dare


Semua orang kayaknya udah pernah main permainan ini ya saking terkenalnya. Tapi di film ini, permainan yang biasanya disalahgunakan buat membuka aib temen justru diubah jadi permainan yang mencekam. Kalian pasti udah tau aturan mainnya kan? Pilih "truth" kalo kalian pengen ditanyain sama pemain lain dan jawab jujur pertanyaannya, atau pilih "dare" kalo kalian lebih suka nerima tantangan daripada aib kalian kebuka. Nah, di filmnya, aturannya sama kayak gitu. Bedanya, kalo pemainnya gak melakukan "dare" atau gak menjawab jujur pertanyaan "truth", dia bakal mati.

Film ini bercerita tentang sekelompok anak muda yang liburan ke Mexico. Sayangnya, justru di sinilah kesialan mereka bermula. Olivia dan temen-temennya diajak sama kenalannya Olivia ke sebuah gereja tua. Disana, kenalannya Olivia ini ngajak main truth or dare. Mainlah mereka semua. Tapi pas di tengah-tengah permainan, si kenalannya Olivia tiba-tiba kabur dan cuma ngasih tau gini ke Olivia, "Ikutin aja aturannya!". Makanya jangan gampang percaya sama orang asing. -_-

Setelah mereka balik dari liburan, ternyata mereka gak bisa berhenti begitu aja dari permainan laknat ini. Mereka harus terus main atau kalo gak, mereka bakal mati. Awalnya, temen-temennya Olivia gak percaya. Bahkan, pertemanan mereka hampir rusak gara-gara rahasia mereka yang kebongkar satu persatu. Tapi, setelah temen-temennya Olivia ini mengalami sendiri kejadian aneh, mereka baru percaya kalo permainan truth or dare ini "mengikuti" mereka.

Akhirnya, mereka main dengan penuh tekanan dan saling melindungi satu sama lain. Gimana gak tertekan kalo pertanyaan dan tantangan yang diminta tuh aneh-aneh. Contohnya aja si Penelope yang disuruh jalan di pinggir atap sambil ngabisin alkohol. Ada lagi yang disuruh nembak (literally nembak buat membunuh ya) temennya, ngebunuh temennya, sampe disuruh ena-ena. Kalo udah tiba gilirannya, orang itu bakal berhalusinasi ada orang yang nanyain dia sambil senyum lebaar banget "truth or dare?" atau liat tulisan di benda "truth or dare?". Kalo udah kayak gini, mau gak mau ya harus dijawab.

Buat kalian yang takut hantu kayak aku, tenang aja, film ini gak ada hantunya. Lebih ke thriller gitu. Karena di sepanjang film, Olivia dkk emang berusaha mencari cara buat menghentikan permainan ini sambil mereka sendiri juga main. Endingnya gak tragis walaupun satu persatu temen-temennya Olivia mati. Di akhir film, tinggal tersisa Olivia sama temen deketnya cewek. Temen-temen mereka yang lain udah mati gara-gara permainan itu. Dan seperti kebanyakan film horor lainnya, endingnya nggantung. :")) Si Olivia sama temennya ini bikin vlog di gereja tua tempat pertama kali mereka main. Vlog ini diupload di channel yutub nya Olivia, dimana viewersnya dari berbagai belahan dunia. Videonya jadi viral dong. Tapi, di akhir video, Olivia nanya "truth or dare?". Yaudah. Kesimpulannya, semua orang yang nonton videonya dia ikut terlibat permainan ini. Dengan begitu, gilirannya Olivia dan temennya ini masih lama buangeet. Bayangin yang main orang seluruh dunia, men. Dan permainannya gak bisa dihentikan sebelum semua orang yang main mati. Nice.

Ini film yang bikin aku deg-degan sepanjang ceritanya sampe kakiku lemes habis selesai nonton. Wkwk. Thrilling dan seru parahh. Aku masih kebayang mukanya mereka kalo bilang "truth or dare?" sambil meringis lebar banget.

Rating: 8,8/10 (seru gilaak)

4. A Quiet Place


Ini juga salah satu film yang paling bikin deg-degan nontonnya dan lututku juga lemes habis nonton ini. Soalnya filmnya diem-diem bae. Sumpah. Kita jadi gak tau kapan monsternya muncul. Tiba-tiba aja ada kejadian yang bikin kaget. Sebenernya monsternya gak serem-serem banget. Tapi aku baru berani liat monsternya pas di adegan terakhir, wkwk. Kayak alien gitu bentukannya.

Film ini menceritakan tentang sebuah keluarga yang bertahan hidup dari ancaman monster yang kelaparan. Monster-monster ini buta, tapi pendengaran mereka sensitif banget. Kayak anak-anak tingkat akhir kalo denger "uang PKL". Itulah alasannya kenapa sepanjang film ini, aktornya gak banyak ngomong. Kalo kata Sekar, film ini sebenernya ada percakapannya tapi dihapus sama sutradaranya. Jadinya ya gitu. Banyak bahasa isyarat dan bisik-bisiknya.

Seperti yang udah aku bilang tadi, film ini ceritanya berfokus ke gimana caranya sebuah keluarga bertahan hidup di tengah ancaman monster. Misalnya aja mereka berkomunikasi pake bahasa isyarat, dengerin lagu selalu pake headset, naburin jalan dengan pasir buat meredam suara langkah kaki, dan hati-hati banget kalo ngambil barang bahkan di dalem rumah sekalipun. Karena kalo ada bunyi barang jatuh pasti berisik, monsternya bakal denger dan langsung dateng.

Apakah ada korban gara-gara monster ini? Of course. Korban pertama adalah anak ketiga dari keluarga ini. Jadi ceritanya, mereka habis beli makanan dari minimarket. Mereka jalan kaki pulang ke rumah. Nah, si adek cewek ini (anaknya ada 3, cewek, cowok, cewek) pengen bawa pulang mainan pesawat-pesawatan. Tapi gak dibolehin sama bapaknya karena suaranya terlalu berisik kalo dinyalain. Akhirnya si adek cuma dikasih batrenya doang. Kakaknya yang cewek kasian, trus dikasihin lah mainannya. Pas di jalan, dia masang batrenya dan nyalain mainannya. Bunyinyaa... subhanallah. Bikin merinding seketika. Kagetlah mereka sekeluarga. Siska di sebelahku udah "Duh, goblok!". Bapaknya langsung lari mau nyelametin anaknya. Btw, mereka jalannya yang paling depan bapaknya, nah adeknya ini jalan paling belakang. Tapi belum sempet bapaknya nggendong adeknya ini, dia udah disamber duluan sama monsternya. :(( Sedih sih.

Adegan lain yang gak kalah bikin stress adalah pas ibunya melahirkan. Sumpah ini yang paling ngeri sih. Aku lupa ada adegan apa sebelumnya yang mengundang monsternya dateng gitu Monsternya udah masuk rumah, coy! Pas ketubannya udah mulai pecah, si ibunya malah kakinya kena paku di tangga. Makin ngilu. Akhirnya ibunya melahirkan di bathup. Ini kondisinya monsternya masih berkeliaran di dalem rumah. Seremm bangeett emang pas ini. Aku ikutan nahan napas pas ibunya nahan sakit. Itu nanti kalo bayinya pas kluar trus nangis gimana :(( Bayi kalo baru lahir pasti nangisnya kenceng banget kan. Untungnya, bapaknya pas dateng langsung nyalain kembang api. Ketika itu juga ibunya teriak dan bayinya lahir dengan selamat. Alhamdulillah. :))  Cara kerja pendengarannya monster ini tuh dia bakal teralihkan kalo ada suara lain yang lebih bising. Misalnya teriak-teriak di air terjun, monsternya gak bakal denger karena akan kalah sama bunyi air terjun.

Yang aku suka dari film ini adalah dia gak cuma menegangkan, tapi juga menguras emosi. Ada beberapa adegan yang mengharukan. Kayak pas bapaknya mengorbankan dirinya buat jadi santapan monster demi menyelamatkan anak-anaknya. Ternyata bapaknya juga melakukan penelitian buat nyari tau kelemahan monster ini. Sedih :(( Ternyata bapaknya tuh sayaang banget sama keluarganya.

Ending filmnya... nggantung. Gak usah dipertanyakan lagi. Kayaknya kebanyakan film yang bagus endingnya nggantung ya, gak ngerti lagi saya. -_- Tapi kabar baiknya, film ini bakal ada sekuelnya. Jadi bakal ada A Quiet Place 2. *yihaaa* Seneng gak tuh.

Rating: 9/10 (gila aja film semenegangkan ini ratingnya rendah)

Itulah beberapa film horor di tahun 2018 yang menurutku paling berkesan. Rencananya sih habis libur lebaran, kita bertiga mau nonton Jailangkung 2. Kita belum nonton yang Jailangkung 1 sih. Tapi gak tau nanti mau nonton dulu apa gak. Kayaknya sih serem. Oiya, ada satu film horor lagi yang bakal tayang pas lebaran nanti, if I'm not mistaken. Judulnya Shabrina. Ceritanya tentang boneka terkutuk gitu kayak Annabelle. Tapi setelah lihat trailernya, kita memutuskan untuk nonton Jailangkung 2 aja. Karrna kelihatannya lebih serem dan aktor-aktornya juga aku lebih suka.


Pic Source: 21Cineplex

Comments

Popular Posts